Harga Lisensi Chipset Naik, Qualcomm Dituntut Rp 10,4 Triliun

 

 

Congresoelearning.com – Belum lama ini Qualcomm Indolucky kembali dituntut oleh Taiwan Fair Trade Commission atau Komisi Perdagangan Taiwan karena dinilai telah memonopoli kekuasaanya jadi pemain chipset smartphone terbesar.

Menurut laporan Phone Arena, Qualcomm menaikan biaya lisensi teknologi chipset dan meminta beberapa persyaratan kepada para manufaktur ponsel. Kini Qualcomm sendiri mempunyai lisensiĀ  teknologi chipset di seluruh dunia, mulai dari CDMA, WCDMA (3G), hingga LTE.

Karena dianggap telah menyalahgunakan posisinya tersebut, Qualcomm ditutup untuk membayar denda US$ 774 juta atau sekitar Rp 10,4 triliun kepada Taiwan. FTC juga meminta kepada Qualcomm untuk memberikan laporan negosiasi dengan beberapa perusahaan dua kali dalam setahun.

Sebelum Taiwan, Qualcomm sebelumnya juga alami hal yang sama di mana perusahaan asal San Diego ini dituntut oleh Apple serta komisi Perdagangan AS. Apple mengklaim Qualcomm menolak untuk membayarkan potongan harga US$ 1 miliar.

Bukan cuma itu, Apple juga mengklaim bahwa Qualcomm menolak untuk melisensikan hak paten standarnya dengan wajar, masuk akal, dan juga tidak diskriminatif.

Sementara itu, Komisi Perdagangan AS mengatakan kesempatan eksklusif Qualcomm yang meminta Appleuntuk sediakan iPhone sebagai timbal balik penurunan biaya royalti kepada Apple, yakni hal yang bertentangan dengan hukum di AS.

Tak cuma negara-negara di atas, Qualcomm juga dikenai denda US$ 854 di Korea Selatan dan US$ 975 di Tiongkok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *